• Hai, Welcome ! Like us on:
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Gara-gara Rp5,3 Juta, Menlu Jepang Mundur

00.31

VIVAnews - Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang, Seiji Maehara, mengundurkan diri dari jabatannya. Pasalnya, Maehara tengah dituduh menerima uang dari orang asing, walau nilainya hanya 50.000 yen, atau sekitar Rp5,3 juta.

Kendati tidak langsung mengaku, Maehara menyadari adanya skandal itu dan dia memutuskan mundur dari jabatannya. "Saya minta maaf kepada rakyat Jepang atas keresahan politik ini," kata Maehara dalam jumpa pers di Tokyo, Minggu 6 Maret 2011, seperti dikutip stasiun berita CNN.

Bahrain Bergejolak

02.42
Ribuan orang menggelar demonstrasi anti pemerintah di ibukota Bahrain. Jumlah orang yang melakukan protes semakin bertambah di hari ketiga ini.
Sebagian besar pemrotes memilih menginap di Lapangan Mutiara Manama.

Protes terhadap pemerintah di Bahrain, merupakan bagian dari gelombang demonstrasi yang terjadi di negara-negara Timur Tengah beberapa waktu terakhir ini. Pemerintah kerajaan sunni berkuasa sejak abad ke 18, di negara yang mayoritas penduduknya menganut syiah ini.
Tetapi Koresponden BBC menyebutkan peristiwa itu merupakan momentum bagi para pemrotes.
Sebagian dari demonstran kembali bekerja, setelah libur nasional untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (15/2) lalu.
Para demonstran menuntut, pembebasan tahanan politik, pembukaan lapangan kerja dan penyediaan perumahan.
Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan perwakilan rakyat dan memberdayakan parlemen, meminta konstitusi baru, dan perombakan kabinet yang tidak melibatkan Perdana Menteri Sheikh Khalifa Bin Salman Al Khalifa yang telah berkuasa selama 40 tahun.
Pasukan keamanan telah ditarik mundur untuk menurunkan suhu politik setelah peristiwa bentrok dengan massa demonstran, yang mengakibatkan dua orang tewas dan puluhan terluka.
Lebih dari 1.000 orang hadir pada pemakaman korban tewas dalam peristiwa bentrokan di Manama, Rabu (16/2).
Dalam suasana berkabung itu, mereka menyanyikan lagu untuk menggantikan pemerintah.
Sementara itu, pejabat polisi dilaporkan ditangkap menyusul tewasnya dua demonstran.
Menteri dalam negeri menyatakan penyesalan atas kematian dua orang pemrotes, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Presiden Mubarak Mundur, Militer Mesir Ambil Alih

01.11

Presiden Mubarak telah mengundurkan diri. Pernyataan itu dikemukakan Wakil Presiden Omar Suleiman, yang mengumumkan bahwa pasukan militer akan mengambil alih kekuasaan.
Pengumuman di televisi pemerintah itu muncul sementara ratusan ribu demonstran anti-pemerintah menyebar ke seantero Kairo dan kota-kota Mesir lainnya, setelah Mubarak menolak tuntutan mereka agar segera mengundurkan diri.
Massa langsung bersorak sorai. Mereka mulai berkumpul setelah sholat Jumat di beberapa kawasan Kairo dan kota-kota besar Mesir. Militer dikerahkan sementara puluhan ribu demonstran memadati Lapangan Tahrir, Kairo. Para demonstran yang berteriak-teriak itu mengibarkan bendera Mesir sewaktu mereka berkumpul di sana.
Demonstran juga berkerumun di sekitar bangunan televisi dan radio pemerintah, serta istana presiden di Heliopolis, di pinggiran kota Kairo. Demonstran anti-Mubarak juga memadati lokasi-lokasi lain, termasuk Iskandariyah dan bagian luar gedung-gedung pemerintah di Suez.
Berbagai organisasi berita mengutip para pejabat yang mengatakan Mubarak meninggalkan Kairo menuju kediamannya di Sharm el-Sheik, kota wisata di Laut Merah.
Militer Mesir telah mendukung pengalihan kekuasaan dari Presiden Mubarak ke Wakil Presiden Suleiman dan menyerukan agar situasi normal kembali di ibukota Mesir. Militer melansir pernyataannya hari Jumat setelah rapat Dewan Tertinggi, pada hari di mana penyelenggara protes memperkirakanakan berlangsungnya demonstrasi terbesar sejak dimulainya pergolakan rakyat bulan lalu.